YAYASAN HAJI MUHAMMAD CHENG HOO INDONESIA
Di masa mendatang akan bermanfaat bagi masyarakat umum

Karena kehendak Yang Besar untuk mengembangkan syiar Islam di kalangan masyarakat Tionghoa, berdirilah apa yang dinamakan Yayasan Muhammad Cheng Hoo Indonesia, berdiri 20 tahun lalu. Sekarang yayasan ini sudah mampu mendirikan sebuah masjid yang bagi kota Surabaya dan Jawa Timur umumnya,sebagai masjid yang monumental. Karena masjid yang ada di JI.Gading ini memiliki ciri khas,perpaduan antara masjid yang ada di Tiongkok dan Indonesia.

Tetapi bagaimana kedepan yayasan ini? HMY Bambang Sujanto,sebagai Ketua Umum mengatakan, bahwa kedepan ingin melihat yayasan ini berkembang. "Masjid ini merupakan awal mewujudkan cita-cita yayasan untuk kedepan, karena kalau memang memungkinkan,kita juga akan mengembangkan dibidang pendidikan atau juga rumah sakit yang semuanya baik untuk pelayanan masyarakat. Dengan demikian sebagai warga dan masyarakat Indonesia,kita bisa memberikan sumbangan",ujarnya.

Dengan yayasan ini, usaha dibidang dana akan dimaksimalkan untuk menunjang keberadaan lembaga PITI sebagai organisasi Islam dengan misinya mengembangkan syiar Islam. Penggalangan dana, melibatkan semua anggota serta memanfaatkan secara ekonomis apa yang dimiliki masjid,seperti penyewaan lapangan basket, bulutangkis dan disektor pendidikan sudah mendirikan Istana Balita dan usaha-usaha lainnya. "Semuanya itu tidak lain untuk perkembangan PITI itu sendiri" tambahnya.

Dengan demikian yayasan yang berusaha menggalang dan PITI yang melaksanakan syiarnya. "Ini tidak berarti yayasan berada diatas PITI atau sebaliknya,tetapi kedua lembaga tersebut saling menunjang. Ibarat sebuah Perseroan Terbatas (PT) yayasan sebagai eksekutifnya sedangkan PITI sebagai komisarisnya. Sejajar dalam satu tujuan," tegasnya. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa yayasan ini adalah milik DPW dan DPC PTI kabupaten yang ada di Jawa Timur.

Dengan upaya seperti itu,maka kedepan PITI dan Yayasan Haji Muhammad Cheng Hoo ini benar-benar bermanfaat bagi masyarakat sepenuhnya, bukan hanya masyarakat Tionghoa saja tetapi masyarakat semua lapisan. Diakuinya bahwa selama ini masjid Cheng Ho menjadi objek wisata para pendatang, termasuk pejabat-pejabat dari Jakarta ataupun tamu dari luar negeri karena dianggap sebuah masjid yang memiliki ciri tersendiri dibandingkan masjid-masjid lain yang ada di Jawa Timur.

Tujuan bermanfaat untuk umum,seperti dalam sholat Jumat ataupun tarawih,masyarakat berduyun datang di masjid ini. Bahkan sudah ada beberapa daerah di Jatim yang berkeinginan mencontoh mendirikan masjid serupa di daerahnya. Tentu saja ini merupakan dampak yang positif baik bagi Yayasan Haji Muhammad Cheng Hoo Indonesia ataupun PITI.
Untuk Kaya, Berdermalah
Lan Fang: Anak Naga Beraroma Melati
Yayasan Haji Muhammad Cheng Hoo Indonesia
PITI Bukan Lembaga Eksklusif
Asimilasi
Mualaf: "Saya Lega Masuk Islam....."
Nanik Lusetiyani S.Sos
Toko SERBA ADA
H. Haritrianto, Pemeluk Konghucu
H. Moch. Anton
Analogi Ayam Manusia
Setahun Mualaf, Diundang Raja Fahd
Bagiku, Islam adalah Kesejukan
Cahaya Hati, Taklukkan Nafsu
Bebaskan Anak Memilih
Kongkret Mencintai Indonesia
Kartika Damayanti
Liau Hariyanto
H. JUSUF SATRYO (TIO SIEM KING)
H. BAMBANG IRAWAN, SE
Ustad Drs.H.A.Syaukanie Ong (Wang Li Fu/Ong Lie Fu)
Kisah Muallaf dari Probolinggo-Pasuruan
Bernazar Naik Haji, Tak Jadi Bangkrut
Drs. KH. M. Syukron Djazilan, M.Ag
«
September - 2010
»
Sun Mon Thu Wed Thu Fri Sat
1234
567891011
12131415161718
19202122232425
2627282930
Holiday
Event
Pengajian Rutin
Melalui newsletter anda dapat memperoleh informasi terbaru mengenai aktifitas Persatuan Islam Tionghoa Indonesia secara online!
www.moslemtionghoa.com
Home  |  About Us  |  Galleries  |  Articles  |  News & Event  |  Profile  |  Business Net  |  Sitemap  |  Contact Us
© 2007-2010 Persatuan Islam Tionghoa Indonesia. All Right Reserved.