|
Liau Hariyanto, itu adalah namaku. Namun sekarang aku lebih sering memperkenalkan diri dengan nama baruku, Rahman Asalam, artinya kasih saying dan keselamatan. Yah.. namaku memang berbau Arab, karena aku seorang mualaf, itu adalah nama yang diberikan guru pembimbing spiritualku KH. Abdul Forron. Aku memeluk Islam melalui proses pencarian diri yang cukup panjang. Hingga akhirnya aku paham, Islam adalah agama terakhir dan sempurna. Allah memberiku hidayah dan kekuatan hingga akhirnya aku memeluk Islam ditahun 2005. Sepuluh hari menjelang Idul Fitri.
Awalnya aku tidak mendapat persetujuan dari keluargaku yang berlatar belakang Konghucu dan Budha yang taat. Sekuat tenaga aku berusaha meyakinkan mereka, dan Alhamdulilah mereka sangat objektif dan terbuka. Meski awal sempat ditegur tapi mereka akhirnya memperbolehkan saya memeluk Islam. Satu pesan mereka yang membuatku terharu dan terus kupegang, ‘aku harus menjadi Muslim bertanggungjawab.’
Akhirnya aku bergabung di PITI yang diperkenalkan oleh Donny Asalim dan Ayu yang sangat membantuku dalam beradaptasi dan menemukan lingkungan sosial yang baru.
Aku lahir di Banjarmasin, 10 September 1976 dan mengahbiskan masa kecil hingga remaja di Martapura. Menjelang kuliah aku hijrah ke Surabaya, single fighter tanpa sanak saudara. Di kota ini aku menuntut ilmu dan bekerja. Hidup yang berat aku jalani, namun Alhamdulillah berkat kerja keras dan ketekunan aku bisa hidup mandiri di kota ini.
Bagiku hal yang indah di dunia adalah proses pencapaian cita-cita melalui proses kerja keras. Saat ini aku bekerja di bidang penjualan di salah satu pabrik kaca terbesar di Indonesia.
Aku ingin lebih mengenal kawan-kawan baru yang ada di PITI dan aktif di organisasi ini.
|
|
|