Bebaskan Anak Memilih

JOS SOETOMO menjadi Muslim pada 1972. Meski demikian, bapak 12 anak itu tidak memaksakan kehendaknya kepada anak-anaknya untuk masuk Islam. Tercatat, hanya empat anak yang mengikuti jejaknya, sedangkan delapan lainnya menganut agama lain. "Saya membebaskan mereka (anak-anak ) untuk menganut agama yang diyakini mereka terbaik," ucapnya. Menurut dia, perbedaan bukan menjadikan perselisihan. Sebab, perbedaan adalah hidayah. Dalam keluarganya, mereka Baling berlomba-lomba untuk mencari kebaikan.

Pria bersahaja itu menganggap, dalam sebuah keluarga semua seperli anggota badan. Meskipun bentuk dan fungsi berbeda, mereka berada di satu jiwa a dan saling mendukung. "Makanya, jangan terlalu mempersoalkan perbedaan. Bisa-bisa kita mati sia-sia karena ngurusi perbedaan tanpa melakukan kebaikan," paparnya.

Untuk itu, para orang tua jangan segan-segan memberikan pengertian kepada anak-anaknya. Pelajaran menyangkut pengertian itu sangat penting. "Coba beri mereka berlian. Kalau tidak mengerti. bisa-bisa berlian itu dimakan. Bagaimana bisa memahaminya wong tidak mengerti," tuturnya Karena itu, dia setuju dengan ajaran orang-orang tua di Jawa yang selalu menanamkan ajaran-ajaran arti nenek moyangnya. Misalnya, orang harus mengerti dan memahami orang tua, negara, serta sesama manusia atau orang lain. "Ngerti itu bukan berarti harus pinter lho. Orang pintar nanti minterin wong," ujarnya.

Pengusaha asal Kalimantan Timur itu berprinsip untuk selalu menghorrnati orang tua, tidak boleh rnenghinanya. "Sebab, jika mengecilkan orang, bala akan datang. Sebaliknya, bila mengampuni orang, rezeki akan datang," tegasnya.

Kesederhanaan dalam Kemapanan

UNTUK mencapai kemapanan hidup seperti sekarang, Jos Soetomo, ketua Dewan Pembina Yayasan Haji Muhammad Cheng Hoo Indonesia harus melalui perjalanan hidup yang teramat panjang dan penuh perjuangan. Namun, penampilannya begitu bersahaja dan scderhana. Berbicara dengannya juga sangat menyenangkan. Tak ada kesan sombong sedikit pun. Gaya bicaranya meledak-ledak. Sesekali diiringi tawa dan canda. Dia sangat terbuka dalam berbagai topik pembicaraan. Mulai filsafat, kenegaraan, nilai-nilai luhur, hingga urusan perut.

Untuk Kaya, Berdermalah
Lan Fang: Anak Naga Beraroma Melati
Yayasan Haji Muhammad Cheng Hoo Indonesia
PITI Bukan Lembaga Eksklusif
Asimilasi
Mualaf: "Saya Lega Masuk Islam....."
Nanik Lusetiyani S.Sos
Toko SERBA ADA
H. Haritrianto, Pemeluk Konghucu
H. Moch. Anton
Analogi Ayam Manusia
Setahun Mualaf, Diundang Raja Fahd
Bagiku, Islam adalah Kesejukan
Cahaya Hati, Taklukkan Nafsu
Bebaskan Anak Memilih
Kongkret Mencintai Indonesia
Kartika Damayanti
Liau Hariyanto
H. JUSUF SATRYO (TIO SIEM KING)
H. BAMBANG IRAWAN, SE
Ustad Drs.H.A.Syaukanie Ong (Wang Li Fu/Ong Lie Fu)
Kisah Muallaf dari Probolinggo-Pasuruan
Bernazar Naik Haji, Tak Jadi Bangkrut
Drs. KH. M. Syukron Djazilan, M.Ag
«
September - 2010
»
Sun Mon Thu Wed Thu Fri Sat
1234
567891011
12131415161718
19202122232425
2627282930
Holiday
Event
Pengajian Rutin
Melalui newsletter anda dapat memperoleh informasi terbaru mengenai aktifitas Persatuan Islam Tionghoa Indonesia secara online!
www.moslemtionghoa.com
Home  |  About Us  |  Galleries  |  Articles  |  News & Event  |  Profile  |  Business Net  |  Sitemap  |  Contact Us
© 2007-2010 Persatuan Islam Tionghoa Indonesia. All Right Reserved.