Selama bulan Ramadan 1429 Hijriah ini, banyak sekali kegiatan rohani digelar di Masjid Cheng Hoo, Jalan Gading Surabaya. Ini sejalan dengan visi Pembina Iman Tauhid Islam (PITI) Jatim yang bertekad menjadikan masjid berarsitektur Tiongkok ini sebagai pusat kegiatan warga Muslim Tionghoa. Alhamdulillah, kegiatan-kegiatan selama bulan Ramadan selalu ramai. Jamaah sangat antusias menunaikan salat tarawih di Masjid Cheng Hoo. Bahkan, tak sedikit jamaah asal luar Kota Surabaya yang sengaja datang ke sini untuk salat tarawih," ujar HM Bambang Sujanto, ketua umum Yayasan HM Cheng Hoo Indonesia. Pengusaha terkenal yang juga pentolan PITI Jatim, itu selalu berusaha menyempatkan diri untuk mengikuti aneka kegiatan di masjid unik ini. Kemarin, misalnya, Bambang berkesempatan ikut salat Jumat di sini. Dia juga tak henti-hentinya menerima para tamu yang datang dari luar kota. “Yang penting, syiar Islam semakin meningkat,” ujar pria bernama asli Liu Min Yuan ini. Sejak diresmikan papa 28 Mei 2003, Masjid Cheng Hoo memang langsung melejit sebagai salah satu objek wisata di Surabaya. Arsitekturnya yang unik, juga jamaahnya yang didominasi etnis Tionghoa. membuat para 'turis' ingin melihat dari dekat. Begitu juga pada bulan puasa ini. Jamaah yang ikut salat tarawih kali ini meningkat 10 kali lipat dari ulanhulan biasa. "Tiap malam bisa mencapai seribu orang," tutur Ustad Ahmad Haryono Ong kepada Radar Surabaya, kemarin. Kalau hari-hari biasa jamaah hanya 100-an orang, kini mencapai seribu orang, bahkan lebih. Salat tarawih ini dipimpin ustad-ustad asal Surabaya, Sidoarjo, dan beberapa kota lain. Keistimewaan salat tarawih di Masjid Cheng Hoo, papar Ahmad, setelah ceramah agama, diteruskan dengan tarawih delapan rakaat, Ialu istirahat. Ini untuk memberi kesempatan kepada jemaah yang melaksanaknn salat witir. Kemudian, jemaah diberi ke-sempatan untuk maju ke barisan depan untuk meneruskan 20 rakaat. Selain salat tarawih, selama bulan puasa 1429 Hijriah ini, pengurus Masjid Cheug Hoo Menyiapkan beragam agenda. Mulai dari pembagian takjil dan buka puasa bersama. Sedikitnya 350 takjil disiapkan untuk berbuka di Masjid Cheng Hoo. “Takjil disumbang oleh jamaah” akunya. Sebagai objek wisata rohani, pengurus PITI dan Masjid Cheng Hoo juga tetap memberi Kesempatan kepada masyarakat untuk mengunjungi rumah ibadah ini. Pihak Yayasan Haji Muhnmmad Cheng Hoo telah siap memberikan pengetahuan mengenai sejarah Laksamana Cheng Hoo, arsitektur masjid, hingga perkembangan syiar Islam di Masjid Cheng Hoo. "Alhamdulillah, selama ini banyak sekali pengujung yang datang ke sini. Bahkan, dari luar negeri seperti Amerika Serikat, Inggris, Singapura, Malaysia, Jepang, dan Tiangkok," katanya. Menurut Ahmad Haryono Ong, pada akhir bulan Ramadan mendatang pihak yayasan akan mengadakan santunan terhadap anak yatim . Kegiatan yang bekerja sama dengan Kecamatan Genteng itu bakal diikuti oleh sekitar 200 anak yatim. "Kita mau memberikan bingkisan Lebaran kepada anak-anak itu.
|