
SURABAYA - Satu lagi mualaf memilih Masjid Muhammad Cheng Hoo sebagai tempat mengucapkan ikrar. Dia adalah Darren Lee Ecclestone, warga negara Australia, yang mengucapkan dua kalimat syahadat kemarin (19/10) siang. Acara sakral itu dilaksanakan seusai salat Jumat. Ratusan jamaah salah Jumat ikut menjadi saksi ikrar Dareen yang dibimbing Ustad Burnadi tersebut. Meski baru delapan bulan mempelajari Islam, pria 23 tahun itu ternyata cukup fasih saat mengucapkan dua kalimat syahadat. "Banyak buku tentang Islam yang saya baca dan membuat hati saya trenyuh. Setelah itu, saya memutuskan masuk Islam," kata Dareen setelah ikrar. Dia menyatakan, sejak mempelajari Islam delapan bulan lalu, dirinya langsung tertarik. Namun, keinginan untuk masuk Islam baru terlaksana kemarin. Menurut dia, Islam sangat menghargai siapa pun, termasuk pemeluk agama lain. Dia mencontohkan, scat bulan puasa, semua kaum muslimin diharuskan memberikan zakat kepada fakir miskin. Itu berarti umat Islam tidak mementingkan diri sendiri. "Nah, sikap seperti itulah yang membuat saya trenyuh. Selain itu, ajaran Islam tidak membeda-bedakan antara yang miskin dan yang kaya;" ungkapnya. Sehari-hari, Darreen bekerja sebagai home construction di Perth, Australia. Dia memilih Masjid Cheng Hoo sebagai tempat berikrar atas rekomendasi Ika Simanjuntak, talon istrinya yang juga bekerja di Perth. Ika adalah putri Rush Simanjuntak, kepala Bank Indonesia Cabang Surabaya. Oleh Yayasan Muhammad Cheng Hoo, Darreen diberi cenderamata sebuah sarung, songkok, serta Alquran yang diterjemahkan dalam empat bahasa, yakni Arab, Indonesia, Mandarin, dan Inggris. Humas Yayasan Haji Muhammad Cheng Hoo Unang Angkawidjaja menyatakan, ikrar Darreen sengaja dilakukan setelah salat Jumat. "Supaya banyak yang menyaksikan karena banyak jugs saudara kits yang ingin menyaksikan. Selain itu, supaya banyak yang mendoakan,"jelasnya. Keluarga Rush tpemilih Masjid Cheng Hoo atas rekomendasi Herman Halim, wakil ketua Yayasan Cheng Hoo. "Kebetulan, ayah mempelai perempuan adalah kolega saya,"ujar Herman yang juga pimpinan Bank Maspion tersebut. (bal/wek) Sumber: Jawa Pos, 20 Oktober 2007
|
|
|