
Lewat Internet, Kepincut Masjid Cheng Hoo
Momen Idul Fitri memang selalu dimanfaatkan untuk melakukan aktivitas aktivitas rohani. Termasuk, berziarah atau berwisata di tempat-tempat yang bernuansa religi. ARA ROSSI
"SAYA ingin anak-anak saya tahu bahwa bukan hanya gereja yang bisa menjadi tempat wisata. Di Indonesia juga banyak masjid yang bagus untuk dikunjungi."
Ungkapan itu meluncur dari bibir Seno Soemadji kemarin (15/10). Pria yang hampir lima tahun tinggal di Eropa tersebut tengah menikmati arsitektur Masjid Muhammad Cheng Hoo yang dirancang Ir Aziz Johan Arifin dari Bojonegoro. Bersama istri dan dua anaknya, Seno mengamati masjid bergaya Tiongkok dengan warga merah-hijau itu.
"Sebenarnya saya nggak sengaja selalu mengunjungi gereja. Tapi, memang di Eropa kan kebanyakan tempat wisatanya adalah gereja," ujar Okie Fridawari, istri Seno. Dia lantas menyebut Katedral Notre Dame di Paris atau Katedral Santa Maria del Fiore di Italia.
 Keluarga yang kini tinggal di Jakarta tersebut mengaku tahu Masjid Cheng Hoo daru internet. "Rencananya, kami juga mengunjungi Masjid Ampel dan Masjid Al-Akbar," kata pria yang hobi travelling itu.
Setelah sholat duhur, senior manager PT. Oracle Indonesia itu terlihat asyik memotret beberapa bagian masjid. Dia juga bergantian memotret dengan Riani Talitha Nazhiif Soemadji yang masih berumur 10 tahun.
Suasana Masjid Al-Akbar Surabaya (MAS) jauh lebih ramai. Masjid terbesar di Indonesia (MAS berdaya tampung 30 ribu jamaah, Masjid Istiqlal, Jakarta, "hanya" 20 ribu jamaah) itu memang juga dnobatkan sebagai ikon wisata religi. Salah satu daya tarik yang ditawarkan adalah menara setinggi 99 meter di sebelah masjid.
Menara itu sering menarik perhatian pengunjung. "Kalau lagi Lebaran, setiap hari pengunjungnya bisa mencapai 500 rang," kata Vivi Widyalestari, salah seorang petugas di menara tersebut. Untuk bisa naik, setiap pengunjung dipungut biaya Rp. 2 ribu.
"Desainnya bagus," ungkap Ario Paundra Permana, mahasiswa UPN tentang Masjid Al-Akbar. Ario mengunjungi Al-Akbar bersama teman-temannya sesama pengurus Remaja Masjid (Remas) Bratang.
Haji Burnadi, ketua takmir Masjid Cheng Hoo, mengatakan, "Wisata religi bisa dikategorikan sebagai acara berlibur sekaligus melakukan instropeksi diri dengan beribadah." Tak heran, para pengunjung hampir selalu melaksanakan salat di masjid yang bertempat di Jalan Gading No 2 itu.
"Selama Lebaran memang otomatis pengunjung masjid meningkat, walau tidak sebanyak tahun kemarin" ujar Burnadi.(*) |
|
|